Dendeng Bumbu Laos, Menu Mewah Legendaris di Kedai Nasi Jamblang Cirebon

dendeng-bumbu-laos-menu-mewah-legendaris-di-kedai-nasi-jamblang-cirebon

Dendeng Bumbu Laos, Menu Mewah Legendaris di Kedai Nasi Jamblang Cirebon – Nasi jamblang menjadi keliru satu kuliner Cirebon yang melegenda. Nasi yang dibungkus daun jati bersama dengan ragam pilihan lauk pauk miliki ciri khas tersendiri.

Dendeng Bumbu Laos, Menu Mewah Legendaris di Kedai Nasi Jamblang Cirebon

dendeng-bumbu-laos-menu-mewah-legendaris-di-kedai-nasi-jamblang-cirebon

embarkingthepetdog.com – Tidak heran tiap-tiap pengunjung yang singgah ke Cirebon tentu singgah makan Nasi Jamblang. Namun, tidak seluruh menu lauk pauk dalam nasi jamblang dijajakan secara lengkap.

Penerus generasi ke lima Nasi Jamblang pertama di Cirebon, Emon Kusdiman mengatakan, lebih dari satu besar menu lauk pauk yang dijual kedai makan nasi jamblang merupakan hasil perkembangan.

“Ketika awal mula Nasi Jamblang Cirebon dirintis dan berkembang lauk pauknya cuma ada tujuh macam. Dari ketujuh itu, satu menu lauk pauk aku mencermati jarang dijual pedagang nasi jamblang selagi ini. Kalau di kedai makan kami tetap ada dan terus dipertahankan,” ujar Emon, Minggu (17/1/2021).

Dia menyebutkan, tujuh menu utama nasi jamblang yaitu sambal goreng, tempe, sayur tahu, ikan panjelan atau ikan asin cucut, kebuk goreng, mengetahui goreng dan dendeng bumbu laos.

Emong mengatakan, kebanyakan kedai nasi jamblang yang ada di wilayah Cirebon tidak sediakan lauk pauk dendeng bumbu laos. Bahkan, nyaris di seluruh kedai makan Nasi Jamblang Cirebon tidak menjajakan menu tersebut.

“Padahal terhadap zaman leluhur kami dendeng bumbu laos menjadi keliru satu menu andalan dan terbilang mewah. Karena nasi jamblang awal mula dibuat untuk sedekah,” ujar dia.

Emon menjelaskan, Dendeng Bumbu Laos menjadi keliru satu menu yang mewah terhadap masa awal nasi jamblang dijual sang perintis Tan Piaw Lung di Cirebon.

Rendah Kolesterol

Proses pembuatan dendeng laos tidak jauh tidak sama bersama dengan memicu menu semur daging yang banyak ditemukan di kedai makan maupun restoran.

Laos atau lengkuas setelah dikupas kemudian diparut dan dijemur. Olahan laos khas Nasi Jamblang pertama di Cirebon tersebut kemudian dicampur bersama dengan daging sapi yang sudah diiris dan diolah.

“Daging dan bumbu laos dimasak dan ciri khas di kami masaknya tetap mengfungsikan kayu bakar menjadi cita rasanya tetap ada. Sederhana saja membuatnya cuma mungkin zaman sekarang dibilang rumit gara-gara laos perlu diolah pernah menjadi bumbu,” kata Emon.

Selain menjadi menu andalan, Dendeng bumbu laos diketahui rendah kolesterol. Menu Dendeng bumbu laos sendiri dijual Rp 10 ribu per buah.

“Menyerap lemak di dalam tubuh menjadi tidak usah risau gemuk dan bikin kolesterol naik,” ujar Emon.

Kedai makan Jamblang Tulen berada di Jalan Raya Jamblang, Kecamatan Depok, Cirebon merupakan pecetus kuliner khas yang melegenda. Haji Abdul Latief dan sang istri Nyonya Tan Piaw Lung (Mbah Pulung), adalah pencipta nasi jamblang Cirebon.

Kehadiran Nasi Jamblang tidak terlepas dari pembangunan Pabrik Gula Gembol terhadap tahun 1847 dan pembangunan Spirtus tahun 1883, terhadap masa Pemerintahan Kolonial Belanda.

Pada selagi itu, pabrik tersebut banyak menyerap tenaga kerja orang pribumi. Mereka bekerja sebagai kuli bangunan dan buruh pabrik.

Seorang pebisnis pribumi sukses, H Abdulah Latief, sering meminta istrinya, Nyonya Tan Piaw Lung atau yang akrab disapa Mbah Pulung, untuk menyedikan sarapan berupa nasi dan lauk pauk secukupnya yang dibungkus daun jati untuk para buruh pabrik sebagai sedekah.

“Makanan itu biasa di sajikan untuk sarapan dan makan siang,” papar Emon.

Seiring berjalannya waktu, keinginan nasi dan lauk pauk tersebut makin lama banyak. Bahkan, mereka senang merogoh kocek demi menyantap nasi tersebut.